Home / Kriminalitas & Kejahatan Terorganisir / Tragis! Eks Sekjen Pordasi DKI Alami Penyiksaan Panjang Hingga Sekarat

Tragis! Eks Sekjen Pordasi DKI Alami Penyiksaan Panjang Hingga Sekarat

Tragis! Eks Sekjen Pordasi DKI Alami Penyiksaan Panjang Hingga Sekarat

Kasus pembunuhan Herlan Matrusdi (68), eks Sekretaris Jenderal Pordasi DKI Jakarta, menyisakan duka mendalam dan misteri yang perlahan terkuak.

Tragis! Eks Sekjen Pordasi DKI Alami Penyiksaan Panjang Hingga Sekarat

Jasadnya ditemukan di gumuk pasir Bantul setelah serangkaian penyiksaan mengerikan. Pihak kepolisian telah menangkap dua pelaku yang mengungkap detail keji di balik kematian korban.

Berikut ini, Operasi Gelap akan menyoroti kisah yang tidak hanya tentang kejahatan, tetapi juga tentang pengkhianatan dan kekerasan yang tak terbayangkan.

Kronologi Tragis, Dari Pertemuan Bisnis Hingga Penyiksaan Berulang

Kisah kelam ini bermula saat korban, Herlan Matrusdi, bertemu dengan RM (42) di sebuah homestay di Kota Jogja pada tanggal 10 Januari 2026. Pertemuan ini seharusnya menjadi awal dari sebuah kerjasama bisnis travel haji dan umrah. Namun, siapa sangka, ini adalah awal dari penderitaan panjang Herlan yang berujung pada kematiannya.

Herlan sempat tinggal bersama RM, istri pelaku, dan anaknya. Ironisnya, di tengah kebersamaan itu, penyiksaan terhadap Herlan mulai terjadi. Berdasarkan penyelidikan dan rekaman CCTV, aksi penganiayaan pertama kali terkuak pada pertengahan Januari 2026, mengubah suasana akrab menjadi mimpi buruk.

Puncak dari kekejaman ini terjadi pada 16 Januari 2026. Diskusi bisnis mengenai travel haji dan umrah antara Herlan dan RM tiba-tiba memanas. Ketidakpuasan pelaku terhadap penjelasan korban memicu amarah RM, yang kemudian melampiaskan kemarahannya dengan memukul Herlan.

Kekerasan Berlanjut, Pukulan, Tendangan, Dan Emosi Yang Memuncak

Aksi pemukulan yang dilakukan RM pada 16 Januari bukanlah yang terakhir. Menurut pengakuan tersangka, Herlan dipukul di bagian pelipis dan pipi, bahkan ditendang. Ini adalah awal dari rentetan kekerasan fisik yang akan dialami korban selama beberapa hari berikutnya, menempatkannya dalam kondisi yang semakin memprihatinkan.

Pada 18 Januari 2026, kekerasan kembali terulang. Tersangka RM memukul dan menendang Herlan, terutama di bagian kepala, dengan pemicu yang sama, yakni permasalahan bisnis travel yang tak kunjung menemukan titik terang. Kondisi Herlan pun terus memburuk akibat serangan berulang ini.

Emosi RM semakin memuncak pada 21 Januari 2026 karena bisnisnya tidak kunjung berjalan sesuai harapan. Kembali, Herlan menjadi sasaran kekerasan fisik. Serangkaian pemukulan ini mencapai puncaknya ketika pada 26 Januari 2026, kedua tersangka memindahkan korban ke guest house di Sleman.

Baca Juga: Satgas PKH Cabut Izin Tambang Emas, Begini Respons Martabe

Detik-Detik Pembuangan, Korban Kritis Dalam Bagasi Mobil

Detik-Detik Pembuangan, Korban Kritis Dalam Bagasi Mobil

Pada 26 Januari 2026, sekitar pukul 15.00 W IB, Herlan yang sudah tak berdaya dipindahkan dari homestay ke sebuah guest house di Sleman. Kondisinya sangat mengenaskan, bahkan ia sudah tidak mampu menahan buang air kecil. Ini menunjukkan betapa parahnya penyiksaan yang telah dialaminya.

Momen mengerikan terekam kamera CCTV pada 27 Januari 2026, pukul 14.17 WIB. Pelaku RM dan FM terlihat menggotong Herlan, yang sudah sangat kritis, ke dalam bagasi mobil Avanza. Adegan ini menjadi bukti kunci bagaimana korban diperlakukan secara tidak manusiawi menjelang akhir hidupnya.

Pengakuan para tersangka mengindikasikan bahwa Herlan masih hidup saat dimasukkan ke dalam mobil, namun dalam kondisi kritis. Tragisnya, ia kemudian ditemukan meninggal dunia di gumuk pasir Bantul. Kebrutalan para pelaku dalam membuang korban menguak sisi gelap kemanusiaan.

Identitas Pelaku Dan Penyelidikan Lanjut Oleh Pihak Berwajib

Polres Bantul telah berhasil menangkap kedua pelaku yang bertanggung jawab atas pembunuhan keji ini. Mereka adalah RM (42), warga Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, dan FM (61), warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kedua tersangka ini kini menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap semua detail dan motif di balik pembunuhan ini. Pihak kepolisian berupaya keras untuk memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya. Setiap bukti dan kesaksian dikumpulkan secara cermat.

Kasus ini menjadi peringatan keras tentang potensi bahaya dalam setiap interaksi, terutama yang melibatkan kepentingan finansial. Harapan besar ditujukan agar proses hukum berjalan transparan dan para pelaku mendapatkan hukuman setimpal. Keadilan harus ditegakkan untuk Herlan Matrusdi.

Selalu pantau berita terbaru seputar Operasi Gelap dan info menarik lain yang membuka wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari news.detik.com
Tagged: