Home / Korupsi & Penyalahgunaan Kekuasaan / ​Bupati Lampung Tengah Tersandung Skandal Korupsi, KPK Sita Dokumen Penting, Apa Isinya?​

​Bupati Lampung Tengah Tersandung Skandal Korupsi, KPK Sita Dokumen Penting, Apa Isinya?​

​Bupati Lampung Tengah Tersandung Skandal Korupsi, KPK Sita Dokumen Penting, Apa Isinya?​

Bupati Lampung Tengah tersandung skandal korupsi, KPK menyita dokumen penting, publik penasaran isi dan bukti kasusnya.

​Bupati Lampung Tengah Tersandung Skandal Korupsi, KPK Sita Dokumen Penting, Apa Isinya?​

KPK kembali menunjukkan taringnya dengan menggeledah tiga lokasi milik Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, terkait dugaan suap dan gratifikasi. Dokumen penting disita, memicu pertanyaan publik tentang bukti yang diamankan dan nasib sang bupati selanjutnya. Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Operasi Gelap.

Penggeledahan Maroton di Lampung Tengah

KPK telah melakukan penggeledahan secara maraton di tiga lokasi di Lampung Tengah. Lokasi-lokasi tersebut diduga kuat terkait dengan perkara dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya. Penggeledahan ini dilakukan untuk mencari dan mengamankan barang bukti.

Dari operasi penggeledahan tersebut, KPK berhasil mengamankan sejumlah dokumen penting. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi penyitaan dokumen ini pada Selasa (16/12/2025). Dokumen-dokumen tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk baru dalam penyidikan.

Ketiga lokasi yang digeledah meliputi kantor dinas, rumah dinas Bupati Lampung Tengah, serta kediaman pribadi pihak terkait. Tindakan tegas KPK ini menunjukkan keseriusan dalam menuntaskan kasus korupsi. Semua pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban.

Telaah Dan Analisis Dokumen Sitaan

Dokumen-dokumen yang telah disita oleh KPK akan melalui proses telaah dan analisis lebih lanjut. Proses ini sangat penting untuk mengungkap detail-detail dugaan suap dan gratifikasi. Setiap lembar dokumen akan diperiksa dengan cermat oleh tim penyidik.

Menurut Budi Prasetyo, analisis dokumen bertujuan untuk mendukung pengungkapan perkara ini secara menyeluruh. KPK belum merinci secara detail jenis dokumen apa saja yang disita. Namun, dapat dipastikan bahwa dokumen tersebut relevan dengan tindak pidana korupsi yang sedang diselidiki.

Hasil dari telaah dokumen ini diharapkan dapat memperkuat bukti-bukti yang telah dimiliki KPK. Dengan demikian, konstruksi perkara menjadi lebih solid dan mampu menjerat para pelaku. Transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip utama dalam setiap langkah KPK.

Baca Juga: Geger Blora! Kisah Pilu Gadis Dituduh Buang Bayi, Salah Tangkap Polisi Yang Menggemparkan Publik!​

Lima Tersangka Dan Modus Operandi

​Lima Tersangka Dan Modus Operandi​

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan total lima orang sebagai tersangka. Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, diduga mematok fee sebesar 15-20 persen untuk sejumlah proyek di Lampung Tengah. Praktek ini disinyalir sudah berlangsung sejak pelantikannya pada Februari 2025.

Modus operandi Ardito Wijaya diduga melibatkan anggota DPRD Lampung Tengah, Riki Hendra Saputra (RHS). RHS diduga berperan mengatur pemenang pengadaan barang dan jasa. Pengadaan tersebut harus dimenangkan oleh perusahaan milik keluarga atau tim sukses Ardito.

Ardito diduga menerima fee sebesar Rp 5,25 miliar dari rekanan melalui Riki dan Ranu Hari Prasetyo, adik kandungnya. Dana ini diduga diterima antara Februari hingga November 2025. Selain itu, Ardito juga diduga menerima Rp 500 juta dari pengadaan alat kesehatan.

Penggunaan Dana Hasil Korupsi Dan Daftar Tersangka

Dana hasil dugaan korupsi tersebut diduga digunakan untuk berbagai keperluan pribadi. Sejumlah Rp 500 juta dialokasikan sebagai dana operasional bupati. Sisanya, sekitar Rp 5,25 miliar, diduga digunakan untuk melunasi pinjaman bank saat kampanye Pilkada Lampung Tengah.

KPK telah merilis daftar lengkap kelima tersangka dalam perkara ini, mereka adalah:

  • Ardito Wijaya, Bupati Lampung Tengah periode 2025-2030.
  • Riki Hendra Saputra, anggota DPRD Lampung Tengah.
  • Ranu Hari Prasetyo, adik Bupati Lampung Tengah.
  • Anton Wibowo, Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah Lampung Tengah dan kerabat dekat bupati.
  • Mohamad Lukman Sjamsuri, pihak swasta atau Direktur PT Elkaka Mandiri.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pejabat publik. Integritas dan kejujuran harus selalu diutamakan demi kepentingan masyarakat. KPK akan terus berupaya menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi.

Jangan lewatkan update berita seputaran Operasi Gelap serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari portalhukum.id
  • Gambar Kedua dari news.detik.com
Tagged: