Seorang oknum polisi di Sulawesi Barat ditangkap BNNP karena menjadi bandar narkoba, mengejutkan publik dan memicu kecaman luas.
Kabar mengejutkan datang dari Sulawesi Barat, seorang oknum polisi aktif terlibat jaringan narkoba terungkap. BNNP Sulawesi Barat menangkap oknum dan rekan-rekannya di Majene, menyoroti peredaran narkoba sekaligus integritas aparat penegak hukum. Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Operasi Gelap.
Oknum Polisi Jadi Bandar Narkoba
BNNP Sulawesi Barat berhasil mengamankan Aipda AK, seorang oknum polisi yang bertugas di Polsek wilayah Majene, atas dugaan kuat sebagai bandar narkoba. Penangkapan ini menjadi sorotan tajam, mengingat posisi Aipda AK sebagai penegak hukum yang seharusnya memberantas kejahatan, bukan justru menjadi bagian darinya.
Kasus ini bermula dari penangkapan seorang nelayan berinisial HM yang berperan sebagai pengedar. Dari tangan HM, petugas menemukan lima saset sabu. Pengungkapan jaringan ini menunjukkan betapa dalamnya akar peredaran narkoba, bahkan mampu menyusup ke lingkaran internal aparat keamanan.
Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sulbar, Kombes Wadi Sa’bani, mengonfirmasi peran Aipda AK sebagai bandar. Informasi ini didapatkan setelah HM mengakui mendapatkan pasokan barang haram tersebut dari oknum polisi tersebut, mengindikasikan adanya sindikat terorganisir yang melibatkan Aipda AK.
Alur Penangkapan, Dari Pengedar ke Bandar
Kronologi penangkapan dimulai pada Selasa, 18 November 2025, ketika tim BNNP Sulbar menciduk HM di wilayah Majene. Penangkapan HM ini merupakan langkah awal yang krusial dalam mengungkap jaringan yang lebih besar, termasuk keterlibatan Aipda AK.
Dari hasil pemeriksaan awal terhadap HM dan barang bukti lima saset sabu, penyidik BNNP melakukan pengembangan kasus. Proses pengembangan ini menjadi kunci untuk mengungkap siapa pemasok utama atau bandar di balik peredaran narkoba tersebut, yang kemudian mengarah pada Aipda AK.
HM, dalam keterangannya kepada petugas, secara langsung menunjuk Aipda AK sebagai sumber barang haram yang diedarkannya. Pengakuan ini memberikan petunjuk yang sangat kuat bagi BNNP untuk segera menindaklanjuti dan mengamankan oknum polisi yang dimaksud.
Baca Juga: Skandal Kuota Haji Mengguncang! KPK Panggil Mantan Menag Dan Bos Maktour
Sinergi Narkoba Dan Hukum
Keterlibatan oknum polisi dalam jaringan narkoba menimbulkan keprihatinan serius terhadap integritas institusi kepolisian. Kasus Aipda AK menunjukkan bahwa tidak semua penegak hukum imun terhadap godaan kejahatan, dan celah ini dapat dimanfaatkan oleh sindikat narkoba.
Fenomena “polisi nakal” yang terlibat dalam kejahatan justru memperumit upaya pemberantasan narkoba. Kepercayaan masyarakat terhadap aparat dapat terkikis, serta berpotensi mempersulit penegakan hukum karena adanya “orang dalam” yang melindungi atau memfasilitasi aktivitas ilegal.
Oleh karena itu, penangkapan Aipda AK oleh BNNP Sulbar ini menjadi momentum penting untuk melakukan bersih-bersih di dalam tubuh institusi. Diperlukan evaluasi menyeluruh dan pengawasan ketat untuk memastikan tidak ada lagi oknum yang menyalahgunakan wewenang dan melanggar hukum.
Langkah Selanjutnya, Mendalami Jaringan Dan Sanksi Tegas
Saat ini, Aipda AK dan HM telah diamankan di BNNP Sulawesi Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses ini akan mendalami sejauh mana keterlibatan keduanya dan siapa saja pihak lain yang mungkin terlibat dalam jaringan peredaran narkoba tersebut.
Penyelidikan akan fokus pada mengungkap seluruh mata rantai peredaran, dari hulu hingga hilir, untuk membongkar tuntas sindikat ini. BNNP akan bekerja keras untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya kaki tangan lain yang membantu Aipda AK dalam menjalankan aksinya.
Sanksi tegas, baik pidana maupun etik, harus diberikan kepada Aipda AK. Tindakan ini penting untuk memberikan efek jera dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh aparat penegak hukum.
Jangan lewatkan update berita seputaran Operasi Gelap serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari aceh.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari detik.com