Plt Sekdin Disdikbud Pati diduga salahgunakan wewenang, sejumlah Plt Kepsek dipindah mendadak, sorotan publik terus meningkat.
Publik Pati digegerkan! Dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Plt Sekdin Disdikbud Pati memicu pemindahan sejumlah Plt Kepsek secara mendadak. Omah Aspirasi Rakyat pun menyoroti kasus ini, menuntut transparansi dan kejelasan dari pihak terkait. Simak di Operasi Gelap fakta-fakta terbaru dan perkembangan skandal yang tengah menjadi perhatian masyarakat.
Omah Aspirasi Rakyat Soroti Dugaan Penyalahgunaan Wewenang
Omah Aspirasi Rakyat menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Paryanto. Aduan ini menjadi sorotan publik karena diduga memengaruhi stabilitas internal pendidikan.
Ketua LSM Aliansi Rakyat, Bang Leak, menegaskan dugaan jual-beli jabatan terlihat dari pemindahan sejumlah Plt kepala sekolah secara mendadak tanpa alasan jelas. Langkah tersebut dianggap mencederai prosedur dan integritas Disdikbud.
Menurut Leak, kesewenang-wenangan Paryanto terasa jelas karena sebelumnya ia baru menjabat sebagai Sekdin Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebelum dipindahkan ke Disdikbud. Hal ini menimbulkan pertanyaan soal motivasi dan prosedur pemindahan Plt Kepsek.
Pemindahan Plt Kepsek Tanpa Mekanisme Resmi
Senin, 23 Februari 2026, Bang Leak menjelaskan bahwa Omah Aspirasi Rakyat mendapati laporan warga tentang pemindahan sejumlah Plt Kepsek SMP. Dugaan kuat muncul adanya praktik jual-beli jabatan yang dilakukan oleh Paryanto.
Data yang dihimpun menunjukkan ada 11 Plt Kepsek SMP yang diganti, sementara dua lainnya, termasuk SMPN 1 Pati dan SMPN 1 Tlogowungu, tetap dipertahankan. Pergantian ini menimbulkan kegaduhan di lingkungan sekolah.
Bang Leak menegaskan, seharusnya proses pengusulan surat pemindahan melalui mekanisme resmi, dimulai dari Kasi GTK, Kabid, Sekdin, hingga kepala Dinas Pendidikan, baru diajukan ke Plt Bupati. Namun praktik Paryanto diduga memotong jalur ini.
Baca Juga: Belanja Pakai Uang Palsu, Dua Warga Klaten Diciduk Polisi
Dampak Internal Disdikbud Pati
Pemindahan Plt Kepsek yang dilakukan Paryanto memicu ketegangan di internal Disdikbud. Situasi sebelumnya sempat kondusif ketika Paryanto bertugas di DLH, karena ia tidak ikut campur dalam urusan internal sekolah.
Leak berharap Paryanto membatalkan pemindahan tersebut agar situasi di lingkungan Disdikbud kembali stabil. Pergantian yang dianggap mendadak dan sewenang-wenang dapat memperkeruh hubungan antarpejabat dan mengganggu proses pendidikan.
Kepala Disdikbud Pati, Sunarji, menyatakan dirinya tidak mengetahui proses pemindahan 11 Plt Kepsek. Ia hanya menandatangani surat yang sudah diketik oleh bidang GTK atas perintah Paryanto.
Respons Pihak Terkait
Sunarji menegaskan seharusnya mekanisme resmi tetap dijalankan. Namun ia mengaku terbatas perannya hanya sebagai penandatangan surat, sementara keputusan pemindahan sepenuhnya digerakkan Paryanto.
Saat dikonfirmasi, Paryanto tidak berada di ruangannya dan terkesan menghindar. Hal ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut terkait transparansi dan akuntabilitas pengambilan keputusan di Disdikbud.
Masyarakat dan Omah Aspirasi Rakyat berharap ada klarifikasi resmi dari Paryanto atau Plt Bupati untuk menenangkan situasi. Informasi yang jelas penting agar dugaan penyalahgunaan wewenang tidak menimbulkan keresahan lebih luas.
Tuntutan Transparansi Dan Keadilan
Omah Aspirasi Rakyat menegaskan pentingnya transparansi dalam setiap proses pemindahan jabatan. Dugaan jual-beli jabatan tidak hanya merugikan Plt Kepsek, tetapi juga menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap manajemen pendidikan.
Bang Leak meminta agar pihak terkait membatalkan pemindahan yang tidak sesuai prosedur. Penegakan aturan dan keadilan administratif menjadi kunci menjaga kredibilitas Disdikbud Pati.
Kasus ini juga menjadi pelajaran bagi instansi pemerintahan lain agar setiap keputusan strategis dijalankan sesuai mekanisme resmi. Dengan demikian, integritas pendidikan dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari mantranews.id
- Gambar Kedua dari mantranews.id

