Kasus dugaan penganiayaan kembali mencoreng institusi kepolisian, kali ini melibatkan seorang oknum polisi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Polisi berinisial NA (22) dilaporkan oleh kekasihnya, GH (23), atas dugaan penganiayaan yang dipicu oleh janji pernikahan yang tak kunjung ditepati.
Berikut ini, Operasi Gelap akan menyoroti seriusnya masalah kekerasan dalam hubungan personal, terutama ketika melibatkan aparat penegak hukum.
Kronologi Dugaan Kekerasan Dan Laporan Korban
Dugaan penganiayaan ini terjadi pada 30 November 2025 di sebuah hotel di Depok, Sleman. GH melaporkan insiden ini ke Polda DIY pada 4 Desember 2025. Laporan tersebut bukan hanya terkait pidana, namun juga pelanggaran kode etik profesi kepolisian yang disampaikan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda DIY pada 23 Januari 2026.
Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY, AKBP Verena Sri Wahyuningsih, telah membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa proses hukum terhadap NA sedang berjalan dan penyelidikan ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY. Proses ini diharapkan berjalan transparan.
Meski laporan sudah masuk sejak awal Desember 2025, kuasa hukum korban, Muhammad Endri, mengungkapkan bahwa status hukum terlapor belum menunjukkan perkembangan signifikan. Oleh karena itu, korban juga melaporkan kasus ini ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Sleman untuk mendapatkan pendampingan.
Konflik Asmara Dan Janji Pernikahan Yang Mangkir
Endri menjelaskan bahwa konflik bermula dari hubungan asmara antara GH dan NA. Keduanya telah saling mengenal sejak kecil dan mulai menjalin hubungan pada tahun 2023, berlanjut hingga NA menempuh pendidikan kepolisian. Hubungan ini kemudian diliputi persoalan serius.
Sumber utama konflik adalah persoalan pertanggungjawaban hubungan. GH mengaku telah dijanjikan pernikahan oleh NA setelah yang bersangkutan lulus dan resmi menjadi anggota kepolisian. Namun, janji manis itu tak pernah terealisasi setelah NA bertugas.
Ketidaktepatan janji pernikahan inilah yang memicu perselisihan terus-menerus antara keduanya. Puncaknya, mereka sepakat bertemu pada 30 November 2025 di sebuah hotel di Depok, Sleman, sekitar pukul 20.30 WIB, untuk membicarakan kelanjutan hubungan yang semakin rumit.
Baca Juga: Polri Selidiki Dugaan Kerusakan Lingkungan Oleh 2 Perusahaan di Aceh
Detik-Detik Kejadian Dan Bukti Fisik
Dalam pertemuan di hotel tersebut, dugaan tindak kekerasan mengerikan terjadi. Endri mengungkapkan, berdasarkan rekaman CCTV, terduga pelaku terlihat mencekik korban dengan lengan, memukul, menendang, kemudian menyeret korban menuju kamar. Rekaman ini menjadi bukti awal yang kuat.
Meski kamera pengawas tidak merekam kejadian di dalam kamar, hasil visum menunjukkan luka serius pada GH. Korban mengalami luka lebam di bahu, paha kanan dan kiri, serta leher. Kondisi ini mengindikasikan adanya kekerasan fisik yang tidak main-main.
GH bahkan sempat mengalami pendarahan dan harus menjalani perawatan inap selama tiga hari akibat luka-luka tersebut. Bukti visum ini sangat penting untuk mendukung laporan pidana yang diajukan oleh korban dan menjadi dasar kuat bagi penyelidikan.
Upaya Mediasi Gagal Dan Proses Hukum Berlanjut
Sebelum menempuh jalur hukum formal, kedua belah pihak sempat mencoba menyelesaikan permasalahan melalui mediasi. Sayangnya, upaya mediasi tersebut tidak mencapai kesepakatan damai. GH mengalami trauma mendalam akibat peristiwa tersebut, yang menghambat proses penyelesaian secara kekeluargaan.
Dengan gagalnya mediasi, proses hukum menjadi jalan yang harus ditempuh untuk mencari keadilan bagi korban. Laporan pidana dan kode etik kepolisian kini berada di tangan Polda DIY dan Propam. Publik berharap kasus ini ditangani secara profesional dan transparan.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi institusi kepolisian untuk menindak tegas anggotanya yang terlibat dalam tindak kekerasan, terutama dalam hubungan personal. Keadilan bagi korban dan penegakan disiplin dalam tubuh Polri adalah hal mutlak yang harus ditegakkan.
Selalu pantau berita terbaru seputar Operasi Gelap dan info menarik lain yang membuka wawasan Anda.
- Gambar Utama dari tempo.co
- Gambar Kedua dari kedu.suaramerdeka.com
