Home / Skandal & Kasus Tersembunyi / Geger! Skandal Petral Dan Riza Chalid, Kejagung Bongkar Borok Korupsi Minyak!

Geger! Skandal Petral Dan Riza Chalid, Kejagung Bongkar Borok Korupsi Minyak!

Geger! Skandal Petral Dan Riza Chalid, Kejagung Bongkar Borok Korupsi Minyak!

Kejagung mengungkap skandal Petral yang melibatkan Riza Chalid, membongkar praktik korupsi minyak yang merugikan negara.

Geger! Skandal Petral Dan Riza Chalid, Kejagung Bongkar Borok Korupsi Minyak!

Kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah dan produk kilang oleh Petral kembali mencuat. Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, mengaitkan kasus ini dengan tersangka dugaan korupsi tata kelola minyak mentah, Riza Chalid. Pengungkapan ini membuka lembaran penyelidikan rumit dan menjanjikan babak baru penegakan hukum di sektor energi Indonesia.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Operasi Gelap.

Keterkaitan Petral Dan Riza Chalid, Jampidsus Angkat Bicara

Jampidsus Febrie Adriansyah menegaskan keterkaitan dugaan korupsi Petral dengan tersangka Riza Chalid, yang juga dikenal sebagai buronan kasus tata kelola minyak mentah. Pernyataan itu disampaikan Febrie kepada wartawan di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (24/12/2025), menunjukkan adanya benang merah yang menghubungkan kedua kasus besar ini.

Kejagung berencana untuk berkoordinasi secara intensif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penanganan kasus ini. Langkah koordinasi ini penting untuk menentukan batasan kewenangan masing-masing lembaga penegak hukum. Tujuannya adalah memastikan bahwa penanganan kasus berjalan efektif dan tidak tumpang tindih.

Febrie menjelaskan bahwa koordinasi ini akan menentukan bagian mana dari kasus Petral yang akan ditangani Kejagung dan mana yang menjadi ranah KPK. Ini menunjukkan komitmen untuk kolaborasi dalam mengungkap tuntas jaringan korupsi. Fokusnya adalah pada kaitan Petral dengan Riza Chalid yang masih menjadi perhatian utama penyidik.

Penyelidikan Mendalam, Alat Bukti Dan Modus Operandi

Meskipun keterkaitan telah diakui, Febrie Adriansyah mengakui bahwa penanganan kasus Petral dan Riza Chalid masih jauh dari tuntas. Tim penyidik Kejagung masih dalam tahap pendalaman alat bukti. Proses ini krusial untuk membangun kasus yang kuat dan tak terbantahkan di persidangan.

“Tetapi itu belumlah, belum sampai ujung, masih sifatnya pendalaman alat bukti, nanti secara keseluruhan kita lihat. Apa modusnya, bentuknya apa,” ungkap Febrie. Penekanan pada pendalaman alat bukti menunjukkan kehati-hatian Kejagung dalam mengumpulkan setiap detail. Ini untuk memastikan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh tersangka.

Pendalaman alat bukti ini akan mencakup penelusuran modus operandi yang digunakan dalam praktik korupsi. Identifikasi bentuk-bentuk penyimpangan yang terjadi diharapkan dapat mengungkap jaringan pelaku yang lebih luas. Kejagung berkomitmen untuk membongkar tuntas praktik korupsi yang merugikan keuangan negara.

Baca Juga: Heboh! KPK Tangkap 9 Jaksa Dalam OTT di Banten, Skandal Korupsi Terbongkar!

Pencarian Riza Chalid Terus Berlanjut, Mantan Menteri Jadi Saksi

Pencarian Riza Chalid Terus Berlanjut, Mantan Menteri Jadi Saksi

Selain perkembangan kasus Petral, Febrie Adriansyah juga menegaskan bahwa pencarian terhadap Riza Chalid masih terus dilakukan. Ia tidak membeberkan detail lebih lanjut mengenai upaya pencarian tersebut. Namun, pernyataannya memastikan bahwa status buronan Riza Chalid tetap menjadi prioritas bagi aparat penegak hukum.

Kejagung memeriksa mantan Menteri ESDM Sudirman Said sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan minyak oleh Petral. Ia diperiksa berdasarkan pengalamannya sebagai mantan SVP Kepala Integrated Supply Chain PT Pertamina (2008-2009).

Sudirman Said, yang diperiksa selama lima jam, menyatakan dukungannya terhadap proses penegakan hukum. Ia berharap keterangannya dapat membuat duduk perkara menjadi lebih jelas. Pemeriksaan saksi-saksi kunci seperti Sudirman Said diharapkan dapat membuka tabir praktik korupsi yang terjadi di Petral.

Mendukung Penegakan Hukum, Transparansi Dan Akuntabilitas

Pengungkapan kasus Petral terkait Riza Chalid dan upaya Kejagung mendalami bukti menunjukkan komitmen pemberantasan korupsi. Proses ini diharapkan menjerat pelaku sekaligus mendorong perbaikan tata kelola sektor energi. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci mencegah praktik serupa.

Kolaborasi antarlembaga seperti Kejagung dan KPK, serta pemeriksaan saksi-saksi penting, adalah langkah vital. Ini menunjukkan keseriusan negara dalam membersihkan praktik korupsi yang telah lama menggerogoti sektor vital ini. Masyarakat menanti hasil akhir yang adil dan memberikan efek jera.

Kasus ini menjadi ujian bagi sistem peradilan Indonesia dalam mengungkap tuntas kejahatan ekonomi yang kompleks. Dengan terus berjalannya penyelidikan dan pencarian Riza Chalid, diharapkan keadilan dapat ditegakkan. Ini akan mengembalikan kepercayaan publik terhadap pengelolaan sumber daya energi negara.

Jangan lewatkan update berita seputaran Operasi Gelap serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari magz.tempo.co
Tagged: