Home / Skandal & Kasus Tersembunyi / Dito Ariotedjo Datang Ke KPK, Bersiap Diperiksa Sebagai Saksi

Dito Ariotedjo Datang Ke KPK, Bersiap Diperiksa Sebagai Saksi

Dito Ariotedjo Datang Ke KPK, Bersiap Diperiksa Sebagai Saksi

Dito Ariotedjo tiba di Gedung KPK jelang pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus yang sedang diselidiki lembaga antirasuah.

Dito Ariotedjo Datang Ke KPK, Bersiap Diperiksa Sebagai Saksi

Momen penting terjadi di Gedung KPK hari ini, ketika Dito Ariotedjo hadir untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Kehadirannya menarik perhatian publik dan menambah ketegangan seputar kasus yang tengah diselidiki.

Apa yang akan diungkap oleh saksi ini? Simak rangkuman lengkapnya di Operasi Gelap.

Dito Ariotedjo Penuhi Pemanggilan KPK

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Ario Bimo Nandito atau Dito Ariotedjo, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (23/1) siang. Kedatangannya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023–2024.

Pantauan media menunjukkan Dito hadir sekitar pukul 12.47 WIB mengenakan kaos hitam dipadukan jaket krem dan celana hitam. Sebelum memasuki gedung, Dito sempat menyapa awak media secara singkat dan menegaskan kesiapannya memenuhi panggilan KPK sebagai warga negara yang patuh hukum.

Ia menjelaskan bahwa pemanggilannya terkait kunjungan kerja ke Arab Saudi pada masa pemerintahan Presiden ke-7 Joko Widodo. Dito juga mengaku tidak menyiapkan dokumen atau strategi khusus sebelum pemeriksaan, menekankan sikap kooperatifnya dengan lembaga antirasuah.

Dugaan Kasus Korupsi Kuota Haji

Pemeriksaan Dito Ariotedjo berfokus pada dugaan penyimpangan kuota haji tambahan, yang sebelumnya menyeret mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex. Hingga kini, KPK menilai kasus ini berpotensi merugikan negara hingga Rp1 triliun.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa materi pemeriksaan terhadap Dito masih bersifat internal. Rincian pertanyaan dan bukti yang akan didalami baru akan diumumkan setelah pemeriksaan selesai. Hal ini menunjukkan KPK tetap berhati-hati menjaga integritas proses penyelidikan.

Langkah penyelidikan sebelumnya juga menunjukkan keseriusan KPK. Pada Agustus 2025, lembaga antirasuah menerbitkan larangan bepergian ke luar negeri untuk Yaqut, Gus Alex, serta pemilik Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur. Tindakan ini untuk memastikan para pihak tetap berada dalam jangkauan hukum selama proses investigasi.

Baca Juga: Publik Tercengang, Jaksa Tegas Sebut Brigadir Nurhadi Tak Meninggal Wajar

Penggeledahan Dan Barang Bukti

Penggeledahan Dan Barang Bukti 700

KPK telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi terkait perkara. Beberapa lokasi yang diperiksa meliputi kediaman Yaqut di Condet, kantor agen perjalanan haji dan umrah di Jakarta, rumah ASN Kementerian Agama di Depok, hingga ruang Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag.

Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita beragam barang bukti yang diduga terkait kasus ini. Barang bukti mencakup dokumen resmi, barang bukti elektronik (BBE), hingga kendaraan dan properti yang menjadi bagian dari dugaan aliran dana. Langkah ini bertujuan memperkuat konstruksi kasus sebelum penetapan tersangka lebih lanjut.

Selain itu, pengumpulan bukti ini menjadi indikator bahwa dugaan penyalahgunaan kuota haji bersifat sistemik dan melibatkan beberapa pihak. Proses ini diharapkan bisa memetakan aliran dana serta keterlibatan setiap individu dalam skema yang merugikan negara.

Respons Publik Dan Langkah KPK Selanjutnya

Kehadiran Dito di KPK menarik perhatian publik dan media. Banyak pihak menyoroti kesigapan KPK dalam menindak dugaan korupsi yang berdampak pada pelayanan publik, seperti penyelenggaraan haji dan umrah, yang menjadi hak ribuan calon jamaah.

KPK memastikan seluruh proses berjalan transparan, akuntabel, dan profesional. Pemeriksaan terhadap saksi seperti Dito merupakan bagian dari rangkaian penyidikan yang bertujuan mengungkap fakta secara menyeluruh sebelum menentukan langkah hukum lebih lanjut.

Ke depan, publik menantikan kelanjutan proses hukum, termasuk kemungkinan penetapan tersangka tambahan atau pengembangan kasus berdasarkan temuan di lapangan. KPK menekankan bahwa proses ini tetap terbuka bagi masyarakat untuk diawasi, guna memastikan akuntabilitas penegakan hukum tetap terjaga.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari cnnindonesia.com
  • Gambar Kedua dari depokraya.pikiran-rakyat.com
Tagged: