Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan tiga tersangka kasus korupsi distribusi semen, merugikan negara puluhan miliar rupiah.
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan mengumumkan penetapan tiga tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi. Perkara ini terkait distribusi semen oleh PT KMM di Sumatera Selatan periode 2018–2022. Penetapan tersangka menjadi langkah penting penegakan hukum terhadap praktik korupsi yang merugikan keuangan negara.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Operasi Gelap.
Identitas Dan Jabatan Tersangka
Ketiga tersangka yang telah ditetapkan memiliki peran kunci dalam dugaan kasus korupsi ini. Tersangka pertama berinisial DJ, yang diketahui menjabat sebagai Direktur Utama PT KMM. Perannya sebagai pimpinan distributor semen menjadi fokus penyelidikan.
Selanjutnya, dua tersangka lainnya berasal dari PT SB (Persero) Tbk. Mereka adalah MJ, yang pernah menjabat sebagai Direktur Pemasaran PT SB (Persero) Tbk periode April 2017-April 2019, dan Direktur Keuangan PT SB (Persero) Tbk periode April 2019-Maret 2022. Jabatan strategis ini menunjukkan keterlibatan langsung dalam kebijakan perusahaan.
Tersangka terakhir adalah DP, yang juga merupakan mantan Direktur Keuangan PT SB (Persero) Tbk periode April 2017-Mei 2019. Keterlibatan pejabat keuangan dari perusahaan BUMN ini mengindikasikan adanya penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan aset dan distribusi.
Kronologi Dan Modus Operandi
Kasus ini bermula dari kesepakatan antara MJ dan DP dari PT SB (Persero) Tbk dengan DJ dari PT KMM. Kesepakatan tersebut menjadikan PT KMM sebagai distributor semen PT SB (Persero) Tbk tanpa melalui prosedur yang semestinya. Ini adalah titik awal dari serangkaian pelanggaran.
MJ diduga memerintahkan penerbitan surat dukungan kepada PT KMM agar dapat memperoleh proyek tol, yang kemudian digunakan sebagai jaringan distribusi semen curah. Tindakan ini memuluskan jalan bagi PT KMM untuk menguasai jalur distribusi strategis tersebut.
Selain itu, DP yang juga merangkap sebagai Komisaris PT BMU (anak usaha PT SB), memindahkan wilayah operasional PT BMU ke Lampung. Akibatnya, jaringan distribusi dan gudang semen PT BMU dialihkan kepada PT KMM, semakin memperkuat posisi PT KMM dalam pendistribusian semen.
Baca Juga: Oknum ASN Hajar 4 Pegawai SPBU di Tuban, Detik-detik Rekaman CCTV Viral
Pelanggaran Prosedur Dan Fasilitas Khusus
Pada 27 September 2018, MJ dan DJ menandatangani Perjanjian Jual Beli Semen antara PT SB (Persero) Tbk dengan PT KMM. Penandatanganan ini dilakukan tanpa melalui proses seleksi dan evaluasi administrasi maupun teknis. Prosedur ini jelas bertentangan dengan SOP Pemasaran 2018 serta IK Marketing & Brand Management 2018.
Dalam pelaksanaannya, PT KMM memperoleh fasilitas istimewa berupa plafon penebusan semen tanpa jaminan aset. Lebih jauh, PT KMM juga berulang kali mendapatkan fasilitas reschedule piutang, meskipun tidak pernah melakukan pembayaran sesuai nilai penebusan. Ini menunjukkan perlakuan khusus yang tidak wajar.
Meskipun PT KMM tidak memenuhi kewajibannya, MJ dan DP tetap memberikan fasilitas tersebut tanpa mempertimbangkan total outstanding piutang. Praktik ini menyebabkan plafon PT KMM tetap terbuka, memungkinkan mereka untuk terus menebus semen dan bertentangan dengan SOP Account Receivable 2019.
Kerugian Negara Dan Proses Penahanan
Akibat perbuatan para tersangka, negara diperkirakan mengalami kerugian yang sangat signifikan. Kerugian ini setidak-tidaknya mencapai angka Rp 74.375.737.624, sebuah jumlah fantastis yang berdampak besar pada keuangan negara.
Tersangka DJ langsung dilakukan penahanan oleh penyidik selama 20 hari ke depan, terhitung sejak 9-28 Februari 2026, di Rutan Negara Kelas I Palembang. Penahanan ini berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejati Sumsel tanggal 9 Februari 2026.
Sementara itu, tersangka MJ dan DP tidak hadir saat penetapan tersangka. Meskipun demikian, proses hukum terhadap mereka akan terus berlanjut. Kejati Sumsel berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini demi keadilan dan pengembalian kerugian negara.
Jangan lewatkan update berita seputaran Operasi Gelap serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari s1pbsi.fbs.unesa.ac.id
