Home / Kriminalitas & Kejahatan Terorganisir / Tragis! “ Kata Kamu Sok-Sokan” Bikin Edi Gelap Mata, Sepupu Tewas Diserang Brutal

Tragis! “ Kata Kamu Sok-Sokan” Bikin Edi Gelap Mata, Sepupu Tewas Diserang Brutal

Tragis! “ Kata Kamu Sok-Sokan” Bikin Edi Gelap Mata, Sepupu Tewas Diserang Brutal

Tragedi berdarah mengguncang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ketika Edi Kolling tega menghabisi nyawa sepupunya, SM.

Tragis! “ Kata Kamu Sok-Sokan” Bikin Edi Gelap Mata, Sepupu Tewas Diserang Brutal

​Insiden tragis ini dipicu oleh pengaruh alkohol dan ucapan yang menyinggung perasaan Edi, menjadikannya gelap mata hingga menikam korban dengan badik.​

Berikut ini, Operasi Gelap akan menyelami lebih dalam peristiwa memilukan yang terjadi di Zoom KTV Cafe Billiard, Kelurahan Lapulu, Kecamatan Abeli, pada Senin (2/2) sekitar pukul 20.45 Wita, dan kini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta menyisakan pertanyaan tentang batas kesabaran manusia.

Konflik Bermula Dari Disiplin Kerja

Peristiwa nahas ini bermula dari masalah kedisiplinan kerja. Edi dan SM dulunya sama-sama bekerja sebagai sekuriti di tempat biliar tersebut pada tahun 2023-2024. Namun, kini hanya SM yang masih bekerja di sana, sementara Edi sudah tidak lagi. Kondisi ini menjadi latar belakang ketegangan antara keduanya.

Edi menegur SM perihal kedisiplinan kerja, karena SM disebut jarang masuk. Teguran ini, alih-alih diterima dengan baik, justru memicu reaksi negatif dari SM. Konflik yang seharusnya dapat diselesaikan secara damai, justru berkembang menjadi pertengkaran yang mematikan.

Ucapan SM yang berbunyi “kamu sok-sokan bang” kepada Edi, ditambah dengan tawa SM saat ditegur, menjadi pemicu utama kemarahan Edi. Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau menjelaskan bahwa kalimat tersebut memicu emosi pelaku hingga tak terkendali. Kata-kata tersebut seolah membakar amarah Edi yang sudah dipengaruhi alkohol.

Alkohol Dan Senjata Tajam, Kombinasi Maut

Setelah terlibat cekcok, Edi pulang ke rumahnya di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo. Dalam kondisi masih di bawah pengaruh minuman keras, Edi mengambil keputusan fatal untuk membawa senjata tajam. Ia mengambil sebilah badik dari rumahnya, menunjukkan niatnya untuk kembali dan menyelesaikan masalah dengan cara kekerasan.

Faktor alkohol diketahui memainkan peran besar dalam insiden ini. Pelaku sudah dalam pengaruh alkohol sebelum dan sesudah kejadian penikaman. Kondisi mabuk ini kemungkinan besar menghilangkan rasionalitas Edi dan memperparah emosinya, membuatnya tidak berpikir panjang dalam mengambil tindakan yang berujung pada kematian sepupunya.

Edi kembali ke lokasi kejadian di Zoom KTV Cafe Billiard, kali ini dengan badik terselip di pinggangnya. Setibanya di depan gedung, tanpa ragu, Edi langsung mencabut badik tersebut dan menikam dada kanan SM sebanyak satu kali. Aksi cepat dan kejam ini memperlihatkan bahwa emosi Edi sudah tak tertahankan lagi.

Baca Juga: Duduk Perkara Ayah di Lombok Tebas Anak Kandung Pakai Parang

Perjuangan Korban Dan Penangkapan Pelaku

Perjuangan Korban Dan Penangkapan Pelaku

Setelah ditikam, SM sempat menangkis serangan dan mendorong Edi, berusaha membela diri. Meskipun terluka parah, SM masih berupaya menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam gedung. Ia mengambil stik biliar dan berusaha melawan Edi, namun stik biliar tersebut patah setelah ditangkis oleh pelaku, menunjukkan kekuatan dan keganasan serangan Edi.

SM kemudian dilarikan ke Puskesmas Abeli untuk mendapatkan pertolongan pertama, namun karena lukanya yang parah, ia dirujuk ke Rumah Sakit Bahteramas. Sayangnya, nyawa SM tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Di sisi lain, setelah kejadian, Edi dicegat oleh kakak kandungnya berinisial JR. Atas bujukan kakaknya, Edi akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Abeli, beserta badik yang digunakan untuk menikam SM sebagai barang bukti. Polisi saat ini masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kasus tragis ini.

Pelajaran Dari Sebuah Tragedi

Kasus ini menjadi pengingat penting akan bahaya konsumsi alkohol yang berlebihan, yang dapat menghilangkan kontrol diri dan memicu tindakan kekerasan. Emosi sesaat yang tidak terkendali, ditambah dengan pengaruh zat adiktif, dapat berujung pada konsekuensi yang fatal dan merusak banyak kehidupan.

Selain itu, insiden ini juga menyoroti pentingnya penyelesaian konflik secara damai dan komunikasi yang efektif. Kata-kata yang menyinggung perasaan dapat memiliki dampak yang sangat besar, terutama jika bertemu dengan individu yang sedang dalam kondisi emosional tidak stabil atau di bawah pengaruh zat.

Masyarakat diharapkan dapat mengambil pelajaran berharga dari tragedi ini. Penting untuk selalu mengedepankan kepala dingin dalam menghadapi perselisihan dan mencari bantuan jika merasa kesulitan mengendalikan emosi.

Jangan lewatkan berita terkini  beserta berbagai informasi menarik yang memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar pertama dari detik.com
  • Gambar Utama dari pusiknas.polri.go.id
Tagged: