Polisi bongkar travel gelap lewat grup WhatsApp, belasan pemudik diamankan di Sukabumi warga diminta waspada modus serupa.
Polisi mengungkap praktik travel gelap yang diorganisir melalui grup WhatsApp, mengamankan belasan pemudik di Sukabumi. Modus Operasi Gelap ini menimbulkan risiko keselamatan, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada dan memilih transportasi resmi untuk perjalanan mudik.
Operasi Ketupat Lodaya Tindak Travel Gelap
Polres Sukabumi melakukan penindakan terhadap praktik travel gelap yang marak saat arus mudik jelang Lebaran 2026. Selama Operasi Ketupat Lodaya, polisi mengamankan 15 kendaraan berpelat hitam yang mengangkut pemudik tanpa izin resmi. Penindakan ini menunjukkan kerja keras aparat di lapangan.
Travel gelap adalah angkutan penumpang ilegal menggunakan mobil pribadi tanpa badan usaha resmi. Kendaraan ini beroperasi layaknya armada umum, tetapi tidak terdaftar sehingga berisiko tinggi bagi keselamatan penumpang.
Polisi menindak tegas kendaraan yang ditemukan, termasuk penilangan di tempat, untuk memberi efek jera. Langkah ini diambil demi keselamatan masyarakat dan kelancaran arus mudik di Sukabumi. Penindakan juga menjadi bagian dari upaya polisi mengurangi praktik ilegal yang dapat membahayakan pemudik, terutama dalam perjalanan jauh tanpa pengawasan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Modus Grup WA Dan Media Sosial
Praktik travel gelap ini memanfaatkan grup WhatsApp serta platform media sosial untuk menawarkan jasa angkutan kepada pemudik. Tawaran biasanya berupa penjemputan langsung di titik tertentu hingga antar ke kampung halaman.
Modus ini menjaring pelanggan dengan iming‑iming kenyamanan, seperti jemput di depan kos atau rumah, yang dinilai lebih praktis oleh pemudik. Strategi pemasaran melalui aplikasi chat mempermudah penyebaran informasi.
Menurut polisi, metode penawaran tersebut tersembunyi dan tidak menggunakan trayek resmi sehingga sulit diawasi. Hal ini membuat penumpang kerap tidak sadar bahwa mereka menggunakan angkutan ilegal. Polisi mengimbau masyarakat agar berhati‑hati terhadap tawaran semacam ini, karena tidak ada jaminan keamanan dan perlindungan hukum jika terjadi sesuatu di jalan.
Baca Juga: Heboh Di Medan! Emak-Emak Terekam Diduga Transaksi Narkoba, Ini Kata Polisi
Rute Pelosok Sukabumi Jadi Target
Mayoritas travel gelap yang ditangkap polisi beroperasi dari wilayah aglomerasi Jakarta dan sekitarnya menuju Sukabumi. Rute tersebut meliputi daerah selatan hingga pelosok seperti Palabuhanratu dan Jampang yang selama ini ramai pemudik. Kendaraan pelat hitam tersebut sering kali melintas jauh dari pengawasan trayek resmi, sehingga aparat kesulitan mendeteksi tanpa operasi intensif.
Penindakan menunjukkan bahwa ruang gerak travel gelap cukup luas, bahkan menjangkau lokasi terpencil untuk menarik penumpang. Pengamanan rute ini menjadi bagian dari tugas polisi memastikan arus mudik aman dan risiko kecelakaan atau gangguan lainnya dapat diminimalkan.
Risiko Bagi Pemudik Di Sukabumi
Polisi menyatakan travel gelap sangat berisiko karena kendaraan tidak terdaftar sebagai angkutan umum. Tidak adanya asuransi perlindungan bagi penumpang membuat mereka tak mendapatkan jaminan jika terjadi kecelakaan di jalan. Selain itu, tidak ada manifest resmi yang mencatat data penumpang, membuat penanganan jika terjadi insiden menjadi lebih sulit bagi polisi maupun keluarga.
Tanpa izin resmi, kendaraan ini melanggar aturan trayek dan perundang‑undangan lalu lintas, meningkatkan risiko operasi ilegal yang membahayakan, seperti kelebihan muatan. Polisi menegaskan bahwa risiko tersebut bukan sekadar teori tetapi nyata, sehingga masyarakat diminta memilih moda transportasi yang legal.
Imbauan Polisi Kepada Publik
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jasa travel gelap selama musim mudik ini. Pilihan transportasi resmi dinilai lebih aman dan memiliki perlindungan hukum. Masyarakat juga diminta memeriksa legalitas penyedia angkutan, termasuk izin trayek dan badan usaha legal sebelum setuju menggunakan jasanya.
Polisi Sukabumi menekankan bahwa keamanan dan keselamatan pemudik harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar kenyamanan harga atau fasilitas yang ditawarkan. Imbauan ini penting untuk menghindarkan warga dari kerugian finansial maupun risiko kecelakaan yang dapat terjadi di perjalanan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.google.com
- Gambar Kedua dari www.google.com
