Gila! IRT selundupkan sabu di popok bayi saat jenguk suami di lapas, modus nekat ini terbongkar petugas dan bikin publik geger.
Aksi nekat seorang ibu rumah tangga (IRT) ini benar-benar bikin geleng kepala. Demi menyelundupkan sabu ke dalam lapas saat menjenguk suaminya, ia menggunakan cara tak biasa: menyembunyikannya di dalam popok bayi.
Modus ini akhirnya terbongkar oleh petugas, memicu kehebohan sekaligus kekhawatiran soal celah keamanan di dalam lapas. Bagaimana kronologi kejadian dan fakta di balik kasus ini? Berikut ulasan lengkapnya hanya ada di Operasi Gelap.
Aksi Nekat Terbongkar Di Lapas Gunung Tua
Seorang ibu rumah tangga berinisial F (41) diamankan petugas setelah kedapatan mencoba menyelundupkan narkotika ke dalam Lapas Kelas III Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara. Ia datang dengan tujuan menjenguk suaminya yang tengah menjalani masa hukuman di dalam lapas tersebut.
Kasus ini mencuat ke publik pada Senin (23/3/2026) dan langsung mengundang perhatian luas. Pasalnya, modus yang digunakan pelaku terbilang tidak biasa dan cukup mengejutkan. Situasi kunjungan yang ramai diduga dimanfaatkan untuk melancarkan aksinya.
Petugas lapas yang melakukan pemeriksaan rutin mulai merasa curiga terhadap barang bawaan pelaku. Salah satu yang mencurigakan adalah popok bayi yang dibawanya, yang kemudian menjadi titik awal terbongkarnya penyelundupan tersebut.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Modus Sembunyikan Sabu Di Popok Bayi
Saat dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, petugas menemukan narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam popok bayi. Barang tersebut dibungkus rapi menggunakan lakban sehingga tidak mudah terdeteksi secara kasat mata.
Total terdapat 11 paket kecil sabu dengan berat sekitar 11 gram. Jumlah ini cukup signifikan dan menunjukkan bahwa pelaku memiliki niat serius untuk menyelundupkan barang terlarang ke dalam lapas.
Modus ini dinilai sangat nekat karena memanfaatkan barang yang biasanya dianggap aman dan tidak mencurigakan. Hal ini juga menunjukkan bahwa pelaku mencoba mencari celah dalam sistem pemeriksaan yang ada.
Baca Juga: 12 Jam Menghantui! Mutilasi Di Samarinda Terungkap, Polisi Amankan Dua Pelaku!
Ketelitian Petugas Jadi Kunci Pengungkapan
Keberhasilan mengungkap kasus ini tidak lepas dari ketelitian petugas lapas dalam menjalankan prosedur pemeriksaan. Mereka tidak hanya memeriksa secara umum, tetapi juga memperhatikan detail kecil yang bisa menjadi indikasi adanya pelanggaran.
Begitu menemukan barang bukti, petugas langsung mengamankan pelaku tanpa memberikan kesempatan untuk melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. Tindakan cepat ini menjadi langkah penting dalam menggagalkan penyelundupan.
Kasus ini menjadi bukti bahwa pengawasan yang ketat dan profesional sangat dibutuhkan, terutama pada momen kunjungan yang rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan pelanggaran hukum.
Ancaman Hukum Berat Menanti Pelaku
Akibat perbuatannya, pelaku kini harus menghadapi proses hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku terkait penyalahgunaan dan penyelundupan narkotika. Ancaman hukuman yang dihadapi tidak ringan, mengingat barang yang dibawa merupakan narkotika jenis sabu.
Selain pelaku, pihak berwenang juga akan melakukan pendalaman terhadap kemungkinan keterlibatan pihak lain. Tidak menutup kemungkinan suami pelaku yang berada di dalam lapas juga akan diperiksa terkait dugaan keterkaitan dalam kasus ini.
Kasus ini menambah daftar panjang upaya penyelundupan narkoba ke dalam lembaga pemasyarakatan. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkoba masih terus berupaya mencari celah di berbagai tempat.
Evaluasi Sistem Keamanan Lapas
Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pengelola lapas untuk memperkuat sistem keamanan, terutama dalam proses pemeriksaan pengunjung dan barang bawaan. Modus yang semakin kreatif menuntut kewaspadaan ekstra dari petugas.
Peningkatan teknologi pemeriksaan, seperti penggunaan alat pemindai yang lebih canggih, dapat menjadi solusi untuk mendeteksi barang terlarang dengan lebih efektif. Selain itu, pelatihan petugas juga perlu ditingkatkan agar mampu mengenali berbagai modus baru.
Kerja sama antara petugas lapas, aparat penegak hukum, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan lapas. Dengan langkah yang tepat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang dan keamanan dapat terus terjaga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari vidio.com
- Gambar Kedua dari detik.com

