Aparat TNI dan Polri menembak mati seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Nabire, Papua Tengah,
Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya aparat keamanan untuk menekan aksi kekerasan bersenjata yang kerap terjadi di wilayah Papua Tengah. Selain itu, langkah ini juga bertujuan menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang selama ini terdampak konflik dan aktivitas kelompok bersenjata di daerah tersebut. Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Operasi Gelap.
Personel Brimob Ditembak Mati
Situasi keamanan di wilayah Papua Tengah kembali menjadi sorotan setelah aparat gabungan TNI dan Polri melakukan tindakan tegas terhadap anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB). Operasi ini berlangsung di wilayah Bukit Signal, sekitar Kali Pepaya, Kabupaten Nabire, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan aktivitas kelompok bersenjata.
Dalam operasi tersebut, aparat berhasil melumpuhkan seorang anggota KKB bernama Hurbianus Mirip. Ia diketahui merupakan bagian dari kelompok Kodap III D Dulla yang dipimpin oleh Aibon Kogoya. Keberhasilan ini menjadi hasil dari rangkaian operasi panjang yang dilakukan aparat dalam memburu pelaku yang dianggap berbahaya.
Penindakan ini menjadi bagian dari upaya aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua, sekaligus menindak tegas pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan bersenjata. Aparat juga menegaskan bahwa operasi dilakukan secara terukur dengan tetap mempertimbangkan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Masuk Daftar Pencarian
Hurbianus Mirip diketahui telah masuk dalam daftar pencarian orang sejak tahun 2025. Status tersebut diberikan setelah aparat menemukan keterlibatannya dalam sejumlah aksi kekerasan yang terjadi di wilayah Papua Tengah, khususnya di Nabire dan Paniai.
Menurut aparat, yang bersangkutan memiliki peran penting dalam jaringan kelompok bersenjata. Ia tidak hanya terlibat sebagai anggota biasa, tetapi juga diduga aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan berbagai aksi yang menargetkan aparat keamanan maupun masyarakat sipil.
Upaya pengejaran terhadap pelaku dilakukan dalam waktu yang cukup lama. Aparat harus menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi geografis yang sulit dan medan yang berat. Hingga akhirnya, keberadaan pelaku berhasil dilacak dan dilakukan tindakan tegas di lokasi persembunyian.
Baca Juga: Modus Travel Gelap Di WhatsApp Terungkap, Polisi Amankan Pemudik Di Sukabumi
Terlibat Serangkaian Aksi Bersenjata
Aparat mengungkap bahwa Hurbianus Mirip diduga terlibat dalam pembunuhan dua personel Brimob pada Agustus 2025. Dalam kejadian tersebut, pelaku juga merampas dua pucuk senjata api jenis AK-101 yang kemudian digunakan dalam aksi berikutnya.
Tidak hanya itu, kelompok yang bersangkutan juga diduga melakukan penembakan terhadap masyarakat dan aparat di beberapa wilayah. Aksi tersebut terjadi di sejumlah titik seperti Kali Semen dan kawasan Bukit Doa, yang menyebabkan ketakutan di tengah masyarakat setempat.
Selain penembakan, kelompok ini juga melakukan berbagai aksi lain seperti pemalangan jalan dan penyerangan terhadap pos pengamanan. Bahkan, dalam salah satu serangan terhadap pos TNI di area perusahaan, terdapat korban jiwa dari aparat dan warga sipil. Hal ini menunjukkan tingkat ancaman yang cukup serius dari kelompok tersebut.
Operasi Gabungan TNI-Polri Diperkuat
Operasi penindakan terhadap KKB dilakukan oleh Satgas gabungan yang melibatkan TNI dan Polri. Kerja sama ini menjadi kunci dalam mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata yang selama ini berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat.
Aparat menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan merupakan langkah tegas dan terukur. Tujuannya adalah untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam bayang-bayang ancaman kekerasan bersenjata.
Ke depan, operasi serupa akan terus dilakukan secara intensif. Aparat juga akan meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan guna mencegah munculnya kembali aksi-aksi serupa. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com
