Baru satu jam ditahan, pria kasus pemerkosaan anak di bawah umur tewas dalam perkelahian di Rutan Polresta Ambon.
Insiden tersebut kini menjadi perhatian aparat kepolisian yang tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kronologi kejadian. Pihak berwenang juga memeriksa sejumlah tahanan dan petugas jaga untuk memastikan penyebab pasti perkelahian yang berujung maut di dalam rutan tersebut. Simak selengkapnya hanya di Operasi Gelap.
Tahanan Kasus Pemerkosaan Anak Tewas
Insiden tragis terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Polresta Pulau Ambon, Maluku, ketika seorang tahanan kasus dugaan pemerkosaan anak di bawah umur berinisial ML (32) dilaporkan tewas setelah terlibat perkelahian dengan sesama tahanan. Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah korban resmi dimasukkan ke dalam sel tahanan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Perkelahian tersebut disebut terjadi pada Minggu (26/4/2026) dini hari, hanya sekitar satu jam setelah ML ditempatkan di dalam rutan. Kejadian ini sontak mengejutkan pihak kepolisian maupun petugas jaga karena berlangsung sangat cepat sejak yang bersangkutan masuk ke dalam sel.
Pihak kepolisian kini telah melakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah petugas jaga serta para tahanan yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Penyidikan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti perkelahian yang berujung maut itu.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Perkelahian Libatkan Sejumlah Tahanan Lain
Berdasarkan keterangan kepolisian, perkelahian di dalam sel tidak hanya melibatkan korban, tetapi juga sejumlah tahanan lainnya. Sedikitnya sembilan tahanan disebut ikut terlibat dalam insiden yang terjadi di dalam ruang tahanan tersebut.
Nama-nama tahanan yang diduga terlibat antara lain berinisial BP, CL, PS, PB, YT, AB, PW, RL, DRL, serta korban ML. Dalam kejadian itu, beberapa tahanan juga dilaporkan mengalami luka akibat perkelahian yang berlangsung cukup cepat dan tidak terkendali.
Petugas jaga yang berada di lokasi kemudian segera melakukan tindakan setelah situasi berhasil dikendalikan. Para tahanan yang mengalami luka langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Baca Juga:Â BREAKING! Kasus Pungli Miliaran Terbongkar, Khofifah Gerak Cepat Tunjuk Plt Kadis ESDM
Korban Sempat Dievakuasi Namun Dinyatakan Meninggal
Setelah insiden terjadi, korban ML bersama sejumlah tahanan lain yang terluka segera dibawa ke rumah sakit pada Senin dini hari sekitar pukul 03.30 WIT. Evakuasi dilakukan oleh petugas untuk memastikan kondisi para tahanan mendapatkan penanganan medis.
Namun, meskipun telah mendapatkan pertolongan, korban ML akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis. Kabar tersebut menambah sorotan terhadap insiden perkelahian yang terjadi di dalam rutan dalam waktu singkat sejak korban ditahan.
Sementara itu, tahanan lain yang mengalami luka masih dalam penanganan medis dan berada dalam pengawasan ketat aparat kepolisian. Kondisi mereka menjadi bagian dari proses pemeriksaan lanjutan yang dilakukan pihak berwenang.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa delapan anggota piket yang bertugas saat kejadian berlangsung. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan apakah terdapat kelalaian dalam prosedur pengamanan di dalam rutan.
Selain itu, kepolisian juga tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif serta kronologi lengkap perkelahian yang melibatkan sejumlah tahanan tersebut. Langkah ini dilakukan guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
Pihak kepolisian menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat atau lalai dalam insiden tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan rutan juga menjadi perhatian utama pascakejadian ini.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.detik.com
- Gambar Kedua dari www.detik.com

