Oknum ASN di Tuban bikin heboh setelah terekam CCTV menganiaya 4 pegawai SPBU video viral memperlihatkan aksi brutal.
Pelaku, seorang staf kecamatan, langsung ditangkap polisi setelah video menyebar luas di media sosial. Insiden ini memicu perdebatan soal etika ASN, tanggung jawab institusi, dan keamanan pekerja SPBU.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Operasi Gelap.
Detik-Detik Kekerasan Terjadi di SPBU Parengan, Tuban
Pada Sabtu malam, 7 Februari 2026, sebuah insiden kekerasan terjadi di SPBU Jalan Cokrokusumo. Desa Parangbatu, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sebuah rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial menunjukkan seorang pria turun dari kendaraan dan kemudian melakukan penganiayaan terhadap beberapa pegawai SPBU tanpa alasan yang jelas.
Korban pertama yang terkena aksi kekerasan itu adalah salah satu operator SPBU berinisial F, yang tengah mengecek stok menggunakan dipstick manual ketika pelaku datang mengendarai mobil hitam bersama seorang penumpang yang juga disebut sebagai pegawai kecamatan.
Dalam proses penganiayaan tersebut, empat orang pegawai SPBU mengalami luka fisik berbeda‑beda. Selain F, ada mandor SPBU bernama Ali Nasroh yang mencoba menanyakan duduk perkara tetapi justru dipukul di bagian perut oleh pelaku. Sementara itu, operator lain Prasojo mengalami luka paling parah, termasuk hidung berdarah dan kakinya.
Identitas Pelaku dan Viral di Media Sosial
Pelaku penganiayaan telah diidentifikasi sebagai seorang pria berinisial J, yang diduga kuat merupakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Informasi awal menyebutkan bahwa J bukan hanya pegawai kecamatan. Tetapi juga memiliki tugas sebagai staf di bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) sekaligus sopir pribadi Camat Parengan.
Video viral ini tersebar cepat di platform media sosial seperti TikTok, Facebook, dan WhatsApp, sehingga menjadi perbincangan warganet dalam hitungan jam. Banyak pengguna internet mengecam tindakan kekerasan tersebut serta menyoroti sikap arogan yang ditampilkan oleh pelaku dalam video.
Kejadian ini kemudian memancing berbagai komentar dari tokoh masyarakat hingga lembaga sosial di media sosial. Banyak di antaranya menuntut agar pihak kepolisian dan instansi terkait menjalankan proses hukum secara transparan terhadap pelaku. Beberapa netizen bahkan meminta tindakan tegas seperti pemecatan oknum ASN.
Baca Juga: Propam Selidiki Polisi Diduga Keroyok Rekannya Di Samapta Polda Sulteng
Proses Penangkapan dan Pernyataan Kepolisian
Menindaklanjuti viralnya rekaman tindakan penganiayaan oleh oknum ASN tersebut. Pihak kepolisian akhirnya mengamankan pelaku J di rumahnya di wilayah Kecamatan Parengan pada Senin malam (9 Februari 2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Penangkapan ini dilakukan oleh petugas dari Polres Tuban setelah mendapat laporan dan bukti video CCTV yang menjadi viral.
AKP Bobby juga menyampaikan bahwa setelah pelaku dibawa ke Polres, instansi akan melakukan pemeriksaan intensif terkait motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap para pegawai SPBU.
Sementara itu, pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak berspekulasi lebih jauh terkait motif dan latar belakang kasus tersebut sebelum pemeriksaan resmi selesai dilakukan.
Dampak Kasus dan Tanggapan Masyarakat
Kasus penganiayaan oleh oknum ASN di Tuban ini memunculkan reaksi kuat dari berbagai pihak di masyarakat. Banyak warga mengungkapkan keprihatinan atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang pejabat publik di tengah tugas pelayanan masyarakat.
Selain reaksi warganet, kasus ini juga mencuatkan perdebatan mengenai tanggung jawab. Institusi pemerintahan dalam membina pegawainya terkait etika dan perilaku profesional. Ada yang menilai perlunya pelatihan perilaku dan pelayanan publik yang lebih intensif bagi ASN agar kejadian serupa tidak terulang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com
